Tiecviptrongoi.com

Gaya Hidup Dan Bisnis

DERMATITIS NUMULARIS

DERMATITIS NUMULARIS

Dermatitis numularis adalah satu penyakit pada kulit yang diikuti dengan nyeri atau pedih di bagian kulit. Daerah kulit yang merasa nyeri ini sering berupa koin atau oval yang keluar sesudah berlangsung rusaknya pada permukaan kulit, umpamanya karna luka bakar, gesekan atau gigitan serangga. Bercak yang merasa perih karena dermatitis numularis bisa tinggal sepanjang 1 minggu sampai 1 bln.. Dermatitis numularis dikenal juga dengan arti beda, yakni eksim numularis, atau eksim diskoid vitamin anak osb

Dermatitis numularis seringkali berlangsung pada lelaki di banding pada wanita. Dermatitis numularis pada lelaki seringkali keluar pertama kalinya pada umur 55-60 th.. Sedang pada wanita, keadaan ini pertama kalinya keluar pada umur yang lebih muda, yakni pada saat remaja atau dewasa.

  • Tanda Dermatitis Numularis

Tanda dermatitis numularis sering diikuti dengan timbulnya bercak kemerahan pada kulit yang memiliki ukuran kecil, tetapi banyak serta mengelompok. Bercak ini kadang-kadang keluarkan cairan serta bisa mengumpul, lalu jadi membesar hingga membuat seperti koin. Bercak yang beralih jadi kuning tunjukkan terjadinya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada daerah yang alami dermatitis. Keadaan ini bisa diatasi dengan memakai antibiotik. Kulit diantara sisi bercak dermatitis juga akan tetaplah bersih walau gampang alami iritasi. Tanda beda yang bisa dilihat pada bercak dermatitis numularis yaitu :

Ukuran bercak dermatitis beragam dari 2 cm sampai 10 cm.

Sering keluar pada kaki, tetapi bisa pula berlangsung dibagian tubuh, tangan, lengan, serta telapak kaki.

Warna bisa beragam dari merah, merah muda, atau cokelat.

Gatal serta rasa terbakar enteng sampai berat. Rasa gatal sering keluar serta jadi bertambah kronis saat malam hari, dan bisa mengganggu kwalitas tidur pasien.

Kulit yang alami dermatitis lalu keluarkan cairan yang bisa beralih jadi keras serta bersisik.

  • Penyebabnya Dermatitis Numularis

Sampai sekarang ini, penyebabnya tentu terjadinya dermatitis numularis belum juga dapat di ketahui dengan khusus. Sebagian riset tunjukkan ada keterikatan pada kemunculan dermatitis numularis pada seorang dengan sensitivitas pada sebagian senyawa kimia, salah satunya :

Logam, termasuk juga logam langka serta toksik (umpamanya nikel serta merkuri).

  • Formaldehida.

Obat-obatan, seperti neomycin atau antibiotik yang lain yang dipakai di kulit.

Sebagian aspek yang tingkatkan resiko seorang terserang dermatitis numularis yaitu :

Kulit yang begitu kering (xerosis).

Menanggung derita atau mempunyai kisah dermatitis atopik atau dermatitis stasis.

Aliran darah yang kurang baik serta pembengkakan di kaki.

Cedera pada kulit karena gigitan serangga, senyawa kimia atau gesekan fisik.

Infeksi kulit oleh bakteri.

Konsumsi obat-obatan yang bisa tingkatkan persoalan pada kulit, seperti isotretinoin serta interferon.

Hidup serta tinggal di daerah yang kering atau dingin.

Diluar itu, beberapa aspek tersebut dapat juga berperan pada timbulnya dermatitis numularis pada seorang, yakni :

Perubahan temperatur.

Stres.

Kulit kering.

Iritan dari lingkungan, seperti sabun, senyawa kimia, dan sebagainya.

Diagnosis Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis bisa diidentifikasi dengan gampang lewat pengecekan kulit yang alami dermatitis. Dokter dapat juga lakukan tes alergi untuk mengecek apakah kulit pasien alami alergi yang menyebabkan dermatitis. Sebagian cara diagnosis yang bisa menolong mendiagnosis dermatitis numularis yaitu :

Swabbing serta kultur bakteri. Swabbing dikerjakan lewat cara ambil cairan eksudat yang keluar dari sisi kulit yang alami dermatitis numularis. Cara ini mempunyai tujuan untuk mendeteksi apakah berlangsung infeksi bakteri pada daerah dermatitis. Bakteri yang biasanya keluar di daerah dermatitis diantaranya yaitu Staphylococcus aureus, Helicobacter pylori, serta Giardia spp. Terlebih bila pasien mempunyai kisah infeksi patogen-patogen itu.

Biopsi kulit. Biopsi kulit dikerjakan lewat cara ambil jaringan kulit di bagian yang alami peradangan, lalu dilihat memakai mikroskop. Biopsi kulit bisa membedakan dermatitis numularis dengan mikroskopis dari penyakit yang lain, seperti tinea corporis, psoriasis, serta limfoma sel-T.

  • Penyembuhan Dermatitis Numularis

Kulit kering serta rusak karena dermatitis numularis cukup susah untuk diobati. Oleh karenanya, butuh konsultasi intesif dengan dokter kulit supaya dermatitis numularis bisa sembuh dengan maksimum. Beberapa langkah penyembuhan serta perawatan yang bisa dikerjakan untuk menangani dermatitis numularis yaitu :

Membuat perlindungan kulit. Kulit yang alami dermatitis numularis bisa jadi lebih rusak bila terserang cedera fisik, seperti tergores, teriris, tersayat, dan sebagainya. Sebagian langkah yang bisa dikerjakan membuat perlindungan kulit yang terserang dermatitis numularis yaitu :

Hindari masalah fisik pada kulit dari luar, seperti gesekan, sayatan, serta irisan.

Hindari memakai baju yang bisa menyebabkan reaksi alergi, umpamanya wool.

Hindari kulit dari senyawa kimia beresiko, seperti pembersih lantai, sabun dengan kandungan kimia yang keras untuk kulit, pelembut baju, dan sebagainya.

Hindari kulit dari terserang air panas.

Memakai perban lembap pada daerah yang terserang dermatitis.

Melindungi kelembapan kulit. Sesudah usai mandi dengan memakai air hangat, gosokkan pelembab kulit di bagian yang alami peradangan. Cara ini juga akan menolong kurangi rasa gatal serta menghindar kulit bersisik. Walau demikian, baiknya tanyakan terlebih dulu cara ini dengan dokter kulit.

Konsumsi obat-obatan spesial dermatitis numularis. Sebagian type obat yang bisa diberi pada pasien dermatitis numularis yaitu :

Kortikosteroid. Obat ini bisa menolong meredakan dermatitis numularis lewat cara kurangi reaksi peradangan. Langkah pemakaian kortikosteroid untuk mengatasi dermatitis numularis ada dua, yakni oral (ditelan) serta temaal (dioles-oleskan segera pada kulit. Sebagian contoh obat type ini yaitu triamcinolone temaal, prednisone, serta clobetasol.

Modulator system imun. Sama dengan kortikosteroid, obat kelompok modulator system imun juga berperan menolong reaksi peradangan lewat cara mengatur kesibukan sel darah putih. Sebagian type kortikosteroid yang bisa dipakai yaitu pimecrolimus temaal serta tacrolimus

Antihistamin. Obat ini dipakai untuk meredakan tanggapan alergi dan menolong pasien dermatitis numularis untuk tidur lebih pulas. Butuh diingat kalau pemakaian antihistamin juga akan mengakibatkan kantuk, termasuk juga antihistamin nonsedatif. Contoh obat type ini yaitu hydroxyzine.

Antibiotik. Obat ini dipakai pada pasien dermatitis yang telah dibarengi dengan infeksi bakteri. Sebagian type antibiotik yang dipakai untuk dermatitis numularis yaitu sulfamethoxazole, trimethoprim, dicloxacillin, erythromycin, serta cephalexin.

  • Published On : 11 months ago on January 19, 2018
  • Author By :
  • Last Updated : January 19, 2018 @ 2:26 am
  • In The Categories Of : Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

';