Tiecviptrongoi.com

Gaya Hidup Dan Bisnis

Menanam Dan Merawat Sawo Manila

Menanam Dan Merawat Sawo Manila Agar Cepat Berbuah Dan Produktif

 

Buah sawo pernah menjadi primadona di Indonesia, terutama sawo manila. Tanaman ini aslinya berasal dari Amerika Tengah, namun dibudidayakan pada awalnya di Filipina, tepatnya di kota Manila. Itu sebabnya buah sawo biasa kita kenal sebagai sawo manila.

Tanaman ini konon dibawa oleh bangsa Spanyol ke Filipina pada masa penjajahan dahulu. Sayangnya, dengan banyaknya varietas buah baru yang lebih trendi, pembudidayaan sawo manila tidak lagi sebanyak dahulu. Padahal, tanaman ini banyak manfaatnya.

 

Selain buahnya yang enak dan berkhasiat untuk kesehatan, kayu sawo termasuk jenis kayu yang baik untuk kerajinan ataupun bahan pembuatan mebel. Akarnya yang kuat mampu menahan tanah sehingga baik sekali jika ditanam di daerah yang rawan erosi.

 

Menanam dan merawat sawo manila tidak sulit. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang produktif dan sudah dapat berbuah meskipun tingginya baru satu meter. Tumbuh dengan baik di lahan pekarangan yang luas, namun juga dapat berkembang dengan baik dan manis di dalam pot. Meskipun memerlukan sinar matahari langsung, tetapi dapat pula beradaptasi di lingkungan yang lebih teduh.

 

Untuk Anda yang tertarik menanam sawo manila di pekarangan ataupun di dalam pot, berikut tips-tips penanaman dan perawatannya.

 

Karakteristik tanaman sawo manila dan lingkungan pendukungnya

 

Sawo manila adalah tanaman berbunga dengan habitat dataran rendah dan dataran tinggi di ketinggian 40 – 1200 mdpl. Tetapi, ketinggian yang ideal untuk menghasilkan tanaman sawo manila terbaik adalah di ketinggian 700 mdpl.

 

Jenis tanah yang disukai adalah tanah lempung berpasir yang mengandung banyak bahan organik dengan pH antara 5,5 – 7. Curah hujan antara 1500 – 2500 mm per tahun atau iklim basah. Suhu lingkungan berkisar 30 – 35 derajat celcius.

baca juga : jual bibit tanaman pule dan pohon pule

Ciri-ciri fisik tanaman sawo manila sebagai berikut.

 

  • Batangnya bertekstur kasar berwarna keabu-abuan hingga coklat tua, mengandung getah lateks.
  • Daunnya berwarna hijau, merupakan daun tunggal.
  • Bunganya termasuk flos aksilaris atau tumbuh dari ketiak daun. Tumbuh menggantung, berbulu coklat di permukaan luar, tiap tandan berjumlah enam.
  • Buahnya berbentuk bulat telur hingga jorong dengan diameter 6 – 7 cm, panjangnya 10 cm. Kulit buah yang masih muda berwarna coklat tua dengan permukaan kasar atau bersisik. Sementara, kulit buah yang sudah tua berwarna coklat muda dengan permukaan halus.
  • Daging buahnya berwarna coklat muda atau coklat kemerahan. Jika masih muda, daging buah bergetah dan rasanya sepat. Buah yang matang dagingnya terasa manis, tidak bergetah, dan tidak sepat.
  • Dalam setiap buah ada setidaknya 3 – 5 biji. Bahkan ada pula yang berisi 12 biji. Biji sawo manila berwarna hitam atau hitam kecoklatan, bentuknya lonjong pipih dan mengilap.

 

Pemilihan bibit sawo manila

 

Pilihan bibit yang terbaik untuk mendapatkan tanaman sawo manila yang cepat berbuah adalah bibit hasil okulasi. Apabila Anda membeli bibit, pilih bibit yang sehat, bebas hama dan penyakit, batangnya kokoh, tidak kurus dan kering, daunnya hijau segar, tidak layu dan kuning, serta cabangnya rindang. Bibit yang siap tanam berukuran antara 50 – 70 cm.

Persiapan lahan tanam

 

Pertama-tama, pastikan lahan tanam bersih dari rumput liar ataupun tanaman pengganggu lainnya dengan cara menyiangi lahan yang akan digunakan. Pilih lokasi lahan yang tidak ternaungi sehingga kelak tanaman akan mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Oleh karena tanaman ini menghendaki tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara, maka langkah selanjutnya adalah menggemburkan tanah dengan cangkul.

 

Kemudian, gali lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm.  Siapkan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang terfermentasi, dan sekam untuk menutup lubang tanam. Istirahatkan lubang tanam selama 2 – 3 hari, biarkan mendapat sinar matahari penuh agar bakteri dalam tanah mati.

 

Penanaman sawo manila di pekarangan

 

Jika lahan tanam sudah siap, lepaskan polybag dari bibit siap tanam. Letakkan bibit tepat di tengah lubang dengan posisi tegak lurus, jangan sampai miring. Tutup kembali lubang dengan campuran media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya sampai rata. Padatkan sedikit agar posisi tanaman kokoh, tidak bergoyang atau miring. Sirami tanaman segera setelah ditanam.

 

Pastikan semua bagian tanah basah dan air meresap sempurna, tetapi jangan sampai becek. Gunakan gembor atau embrat agar penyiraman maksimal. Pasang ajir atau patok untuk menyangga tanaman agar tetap tegak lutus, tidak mudah roboh. Ajir dapat dibuat dari potongn bambu dengan ukuran 1,5 m.

 

 

Setelah waktu yang ditentukan, kantong plastik dibuka dan diperiksa sambungan tersebut. Jika sambungan berwarna hijau, maka sambungan tersebut berhasil. Namun, jika berwarna cokelat, berarti sambungan gagal.

 

  • Published On : 3 months ago on March 23, 2019
  • Author By :
  • Last Updated : March 23, 2019 @ 8:06 am
  • In The Categories Of : Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

';